پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Haaqqa
سورهٔ ۶۹

Al-Haaqqa

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیه‌های ۱۱–۱۲

إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلْمَآءُ حَمَلْنَـٰكُمْ فِى ٱلْجَارِيَةِ ۱۱ لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَآ أُذُنٌ وَٰعِيَةٌ ۱۲

(11-12) Di antara sebagian besar kaum pendusta terdapat kaum Nuh عليه السلام. Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan mereka dalam lautan ketika air menggenangi seluruh permukaan bumi dan melampaui ambang batas tertingginya. Allah سبحانه وتعالى memberi karunia seluruh makhluk yang ada setelah mereka yang berada ﴾ فِي ٱلۡجَارِيَةِ ﴿ "dalam bah-tera," semua makhluk yang ada setelah mereka berada di tulang punggung ayah dan ibu mereka yang diselamatkan Allah سبحانه وتعالى. Me-reka memuji dan bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى yang telah menyela-matkan mereka pada saat kaum yang melampaui batas dibinasakan. Mereka menjadikan tanda-tanda kebesaranNya sebagai pelajaran yang menunjukkan keesaanNya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِنَجۡعَلَهَا ﴿ "Agar Kami jadikan," perahu dan yang dimaksudkan adalah jenisnya, sebagai ﴾ تَذۡكِرَةٗ ﴿ "peringatan bagi kamu," ingatan kalian pada perahu pertama yang dibuat dan bagaimana kisahnya dan bagai-mana Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan orang yang beriman kepadaNya dan mengikuti RasulNya di atas perahu itu dan bagaimana Allah سبحانه وتعالى membinasakan seluruh penduduk bumi, karena jenis sesuatu itu mengingatkan pada aslinya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتَعِيَهَآ أُذُنٞ وَٰعِيَةٞ ﴿ "Dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar," yang dicerna oleh mereka yang berakal dan dimengerti maksudnya, serta arah tanda-tanda kebesaranNya. Lain halnya dengan mereka yang berpaling, orang-orang yang lalai, orang-orang tolol, dan tidak memiliki kecerdasan. Mereka ini tidak bisa mengambil manfaat dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى karena tidak adanya pemahaman mereka mengenai Allah سبحانه وتعالى dan tidak mau memikirkan tanda-tanda kebe-saranNya.