At-Taghaabun
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ ٱلْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ ٱلتَّغَابُنِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعْمَلْ صَـٰلِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُدْخِلْهُ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ ۹
(9) Maksudnya, ingatlah hari di mana pada hari itu Allah سبحانه وتعالى akan mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir. Allah سبحانه وتعالى memberhentikan mereka di tempat pem-berhentian yang mengerikan dan agung. Allah سبحانه وتعالى akan memberi-tahukan apa pun yang mereka lakukan. Pada hari itu nampaklah perbedaan dan pengumpulan antara manusia. Ada yang diangkat ke tingkat tinggi di kamar-kamar atas dan tempat tinggal yang tinggi yang mencakup berbagai macam kenikmatan dan keinginan. Ada juga yang ditempatkan di tempat yang paling rendah. Tempat kesedihan, duka, dan siksaan yang dahsyat. Hal itu disebabkan oleh perbuatan-perbuatan yang mereka persembahkan untuk diri mereka sendiri selama hidup mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلتَّغَابُنِۗ ﴿ "Inilah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan," mak-sudnya, pada hari itu nampak kesalahan-kesalahan dan perbeda-an-perbedaan antara manusia. Hari itu orang-orang Mukmin yang fasik merugi dan orang-orang yang berdosa diketahui bahwa me-reka bukan apa-apa dan mereka adalah orang-orang yang merugi. Seolah-olah dikatakan, "Dengan apa keberuntungan, kesengsaraan, nikmat dan azab bisa didapatkan?" Allah سبحانه وتعالى menyebutkan penye-bab semua hal itu seraya berfirman, ﴾ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ ﴿ "Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah," dengan keimanan yang sempurna yang mencakup seluruh hal yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى agar diimani, ﴾ وَيَعۡمَلۡ صَٰلِحٗا ﴿ "dan mengerjakan amal shalih," berupa amalan-amalan wajib dan sunnah dengan menunaikan hak-hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak sesama manusia, ﴾ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," di dalamnya terda-pat apa pun yang diinginkan jiwa, dipandang nikmat oleh mata, dipilih oleh ruh, diinginkan hati dan puncak segala yang diingin-kan. ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar."