پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-An'aam
سورهٔ ۶

Al-An'aam

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۹۶

فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ ۹۶

(96) Manakala Allah menyebutkan bahan penciptaan makan-an pokok, maka Dia juga menyebutkan nikmatNya dengan menye-diakan tempat tinggal, dan Dia menciptakan cahaya dan kegelapan yang dibutuhkan oleh para hamba dan manfaat serta maslahat yang diakibatkannya. Dia berfirman, ﴾ فَالِقُ ٱلۡإِصۡبَاحِ ﴿ "Dia menyingsingkan pagi," sebagaimana Dia menumbuhkan biji-bijian, maka Dia juga membelah kegelapan malam yang menyelimuti permukaan bumi dengan cahaya pagi yang melenyapkannya sedikit demi sedikit sampai kegelapan malam sirna seluruhnya dan berganti dengan cahaya yang menyebar. Dengan pergantian masa tersebut, manusia beraktifitas dalam maslahat dan kehidupan mereka, dan dalam kemanfaatan agama dan dunia mereka. Ketika manusia membutuhkan ketenangan dan ketentram-an, serta istirahat yang tidak terjadi kecuali dengan adanya siang dan cahaya, maka ﴾ جَعَلَ ﴿ "Dia menjadikan" malam untuk istirahat. Manusia beristirahat di rumah-rumah dan tempat tidur mereka di malam hari, ternak ke kandangnya, burung ke sarangnya, maka masing-masing mengambil bagian istirahatnya. Kemudian Allah menggantikannya dengan cahaya, dan begitulah seterusnya sampai Hari Kiamat. ﴾ و َ ﴿ "Dan Allah" menjadikan ﴾ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ حُسۡبَانٗاۚ ﴿ "matahari dan bulan untuk perhitungan." Dengan keduanya diketahui waktu dan masa. Dengan itu waktu-waktu ibadah dan muamalat dipatok dan diketahui. Dengannya diketahui waktu-waktu yang telah ber-lalu, yang mana kalau bukan karena matahari, rembulan, dan per-gantian keduanya silih berganti, niscaya orang-orang tidaklah mengetahuinya, akan tetapi yang mengetahuinya hanyalah bebe-rapa orang, itu pun setelah upaya yang keras yang karenanya ada beberapa kemaslahatan yang tidak tercapai. ﴾ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ ﴿ "Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui." Yang mana di antara keperkasaanNya adalah tunduknya makhluk yang besar ini, maka ia pun berjalan dengan tunduk dan patuh kepada perintahNya, yang mana ia tidak me-lampaui batasan yang diletakkan oleh Allah, tidak maju dan tidak mundur darinya. Dia Maha Mengetahui, di mana ilmuNya meliputi yang lahir, yang batin, yang pertama dan yang terakhir. Di antara dalil aqli atas keluasan ilmuNya adalah pengendalian makhluk-makhluk yang besar ini dengan tatanan dan aturan yang konkret yang mencengangkan akal dalam kebaikan, kesempurnaan, dan kesesuaiannya dengan kemaslahatan dan hikmah.