پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-An'aam
سورهٔ ۶

Al-An'aam

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۷۱

قُلْ أَنَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ ٱلشَّيَـٰطِينُ فِى ٱلْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُۥٓ أَصْحَـٰبٌ يَدْعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلْهُدَى ٱئْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ۷۱

(71) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai Rasulullah kepada orang-orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, yang menyem-bah selainNya bersamaNya, yang mengajakmu kepada agama mereka dengan menjelaskan dan menerangkan keadaan tuhan-tuhan mereka di mana hanya dengan menjelaskan keadaannya sudah cukup bagi orang yang berakal untuk meninggalkannya. Karena setiap orang yang berakal, jika dia membayangkan madzhab orang-orang musyrik, maka dia telah dapat memastikan kebatilan-nya sebelum bukti-buktinya ditampakkan. ﴾ أَنَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا ﴿ "Apakah kita akan menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita." Ini adalah kriteria semua yang disembah selain Allah, ia tidak mendatang-kan manfaat dan tidak mendatangkan mudarat, tidak pula memiliki sedikit pun perkara, karena segala urusan ada di Tangan Allah. ﴾ وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعۡقَابِنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ﴿ "Dan (apakah) kita akan dikembalikan ke bela-kang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita." Maksudnya, kami berbalik kepada kesesatan setelah sebelumnya Allah memberikan petunjuk, kepada penyimpangan setelah sebelumnya di atas jalan yang lurus, dan kepada jalan-jalan yang mengantarkan penitinya kepada azab yang pedih setelah sebelumnya berada di atas jalan yang mengantarkannya kepada surga kenikmatan. Ini adalah keadaan yang tidak diinginkan oleh pemilik akal yang lurus. Pemiliknya ﴾ كَٱلَّذِي ٱسۡتَهۡوَتۡهُ ٱلشَّيَٰطِينُ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan." Maksud-nya, setan menyesatkannya, membingungkannya dari jalan dan manhajnya yang mengantarkannya kepada tujuannya, maka dia ﴾ حَيۡرَانَ لَهُۥٓ أَصۡحَٰبٞ يَدۡعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلۡهُدَى ﴿ "dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus," dan setan-setan yang mengajaknya kepada kehancuran, maka dia kebingung-an di antara dua penyeru, dan ini adalah keadaan semua manusia kecuali manusia yang dijaga oleh Allah, mereka mendapati dorongan-dorongan dan seruan-seruan yang saling bertentangan, pada diri mereka ada penyeru kepada agama yang benar, akal yang lurus dan fitrah yang benar; penyeru yang mengajaknya kepada petunjuk dan naik kepada Illiyyin tertinggi. Ada pula penyeru-penyeru setan dan orang-orang yang mengikuti jalannya serta jiwa yang selalu mengajak kepada kebu-rukan. Mereka itu mengajaknya kepada kesesatan dan terjun kepada derajat paling rendah. Di antara manusia ada orang-orang yang bersama para penyeru kepada petunjuk dalam seluruh perkaranya atau mayoritas darinya. Di antara mereka ada juga yang sebalik-nya. Di antara mereka juga ada orang di mana kedua penyeru itu berimbang dalam dirinya. Kedua pendorong itu saling tarik mena-rik. Dan dalam kondisi ini kamu dapat mengetahui orang-orang yang berbahagia dan orang-orang yang sengsara. FirmanNya, ﴾ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk'." Maksudnya, petunjuk itu hanyalah jalan yang disyariatkan oleh Allah melalui lisan RasulNya, dan apa yang selainnya adalah kesesatan, kehan-curan, dan kebinasaan. ﴾ وَأُمِرۡنَا لِنُسۡلِمَ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam," dengan tunduk kepada (kewajiban) mentauhidkanNya, taat kepada perintah-perintahNya dan (menjauhi) larangan-laranganNya. Kita masuk ke dalam ling-karan ubudiyah, karena ini adalah nikmat terbaik yang Allah beri-kan kepada para hamba dan pendidikan paling sempurna yang dia anugerahkan kepada mereka.