پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Tur
سورهٔ ۵۲

At-Tur

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۳۵

أَمْ خُلِقُوا۟ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَـٰلِقُونَ ۳۵

(35) ﴾ أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ﴿ "Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)." Ini adalah dalil yang melawan mereka dengan sesuatu yang tidak memungkinkan bagi mereka kecuali menerima kebenaran atau (sebaliknya) melenceng dari tuntutan akal sehat dan Agama. Jelas-nya, mereka mengingkari keesaan Allah سبحانه وتعالى, mendustakan RasulNya sehingga membuat mereka mengingkari bahwa Allah سبحانه وتعالى telah men-ciptakan mereka, padahal telah tertanam dalam akal dan dikuat-kan oleh syariat bahwa hal itu tidak terlepas dari tiga hal: Karena m e r e k a ﴾ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ ﴿ "diciptakan tanpa sesuatu pun," artinya, tidak ada pencipta yang menciptakan mereka tapi mereka ada begitu saja tanpa ada yang mengadakannya, dan ini inti dari kemustahilan, ﴾ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ﴿ "ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)," ini juga mustahil, sebab tidak bisa dibayangkan bagaimana sese-orang menciptakan dirinya sendiri. Karena dua kemungkinan ter-sebut tidak benar dan jelas-jelas mustahil, maka yang tersisa adalah kemungkinan ketiga yaitu Allah سبحانه وتعالى lah yang menciptakan mereka. Karena hal ini telah diketahui, maka jelaslah bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah satu-satunya yang disembah, di mana tidak selayaknya ibadah diberikan kecuali hanya kepadaNya.