Al-Maaida
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلْكَعْبَةَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ قِيَـٰمًا لِّلنَّاسِ وَٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَٱلْهَدْىَ وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ۹۷
(97) Allah تعالى memberitakan bahwa Dia menjadikan ﴾ ٱلۡكَعۡبَةَ ٱلۡبَيۡتَ ٱلۡحَرَامَ قِيَٰمٗا لِّلنَّاسِ ﴿ "Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia," di mana mereka mengagungkannya, meliputi agama dan dunia mereka, yang dengan itu sempurnalah iman mereka. Dengannya dosa-dosa mereka dihapuskan, dengan berangkat kepadanya mereka memperoleh pemberian yang besar dan kebaikan yang banyak, karenanya harta-harta dibelanjakan dan resiko-resiko diterjang, tempat berkumpul seluruh jenis kaum Muslimin dari seluruh penjuru. Mereka saling berkenalan, saling tolong menolong, bermusyawarah dalam kepentingan bersama, ikatan-ikatan mengumpulkan mereka demi kebaikan agama dan dunia mereka. Firman Allah, ﴾ لِّيَشۡهَدُواْ مَنَٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۖ ﴿ "Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut Nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak." (Al-Hajj: 28). Karena Baitullah merupakan pusat peribadatan manusia, maka ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa berhaji ke Baitullah adalah fardhu kifayah pada setiap tahunnya. Kalau manusia meninggalkan haji ke Baitullah, niscaya setiap orang yang mampu akan berdosa, bahkan seandainya semua manusia meninggalkan haji kepadanya, niscaya ia tidak lagi menjadi pusat peribadatan dan Kiamat pun tiba. Firmannya, ﴾ وَٱلۡهَدۡيَ وَٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ ﴿ "Dan hadyu dan qala`id." Yakni, begitu pula Allah menjadikan hadyu (binatang kurban yang dibawa ke Ka'bah untuk disembelih sebagai taqarrub kepada Allah. Ed) dan qala`id (Hadyu yang telah ditandai dengan kalung) yang merupakan bentuk hadyu yang paling mulia sebagai bentuk ibadah bagi manu-sia. Mereka mengambil manfaatnya dan diberi pahala karenanya. ﴾ ذَٰلِكَ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ﴿ "(Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Termasuk ilmuNya adalah Dia menjadikan Baitullah al-Haram, karena Dia mengetahui kemaslahatanmu dalam agama dan duniamu.