پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
سورهٔ ۵

Al-Maaida

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۲۶

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ ۲۶

(26) ﴾ قَالَ ﴿ "Allah berfirman," menjawab doa Musa, ﴾ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيۡهِمۡۛ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗۛ يَتِيهُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "(Jika demikian) maka negeri itu diharam-kan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan ber-putar-putar kebingungan di bumi itu." Maksudnya di antara hukuman atas mereka adalah Kami mengharamkan mereka masuk negeri yang telah Allah (tentukan bagi mereka)[52] selama empat puluh tahun, dalam kurun waktu itu mereka juga tersesat (tak tentu arah) di muka bumi, tidak menemukan jalan dan tidak mendapatkan ketenangan. Ini adalah hukuman dunia, mungkin Allah menghapuskan kesa-lahan mereka dengannya dan menolak hukuman yang lebih besar darinya. Di sini terdapat dalil bahwa hukuman atas dosa, bisa berben-tuk hilangnya nikmat atau tertolaknya nikmat di mana sebabnya telah ada atau ia tertunda ke waktu yang lain. Barangkali hikmah dari kurun waktu tersebut adalah supaya mayoritas orang-orang yang mengucapkan perkataan tersebut mati, yaitu ucapan yang keluar dari hati yang tidak memiliki kesabaran dan keteguhan. Bahkan hati mereka telah terbiasa terhadap penjajahan musuh me-reka, tetapi hati mereka sama sekali tak punya keinginan untuk meningkatkannya ke derajat yang membawa kepada kemuliaan dan kehormatan. Setelah mereka mati, agar muncul generasi baru di mana akal mereka telah siap untuk melawan musuh, menolak penjajahan dan penindasan yang menghalangi kebahagiaan. Manakala Allah mengetahui bahwa hambaNya Musa sangat menyayangi makhluk Allah, khususnya kaumnya, bahwa dia bisa jadi merasa iba terhadap mereka, kasih sayangnya mendorongnya merasa kasihan kepada mereka karena hukuman itu, atau mendo-rongnya berdoa kepada Allah agar mengangkat hukuman itu, mes-kipun Allah telah memastikannya, maka Allah berfirman,﴾ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Maka janganlah kamu bersedih hati memikirkan nasib orang-orang fasik itu." Artinya, jangan menyesali dan jangan berse-dih karena mereka telah fasik, dan kefasikan mereka itulah yang menyebabkan turunnya hukuman itu kepada mereka, bukan kare-na Kami menzhalimi.