Muhammad
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌ ۖ فَإِذَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ مُّحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا ٱلْقِتَالُ ۙ رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ ٱلْمَغْشِىِّ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْمَوْتِ ۖ فَأَوْلَىٰ لَهُمْ ۲۰ طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَّعْرُوفٌ ۚ فَإِذَا عَزَمَ ٱلْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا۟ ٱللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۲۱
(20) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman berkata," karena ingin disegerakannya berbagai perin-tah berat, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَتۡ سُورَةٞۖ ﴿ "Mengapa tiada diturunkan suatu surat," yakni, ayat yang terdapat perintah perang, ﴾ فَإِذَآ أُنزِلَتۡ سُورَةٞ مُّحۡكَمَةٞ ﴿ "maka apa-bila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya," yakni, yang harus dikerjakan, ﴾ وَذُكِرَ فِيهَا ٱلۡقِتَالُ ﴿ "dan disebutkan di dalamnya (perintah) pe-rang," yang merupakan hal terberat bagi jiwa yang tidak akan bisa dilaksanakan oleh mereka yang memiliki lemah iman, dan karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ رَأَيۡتَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ نَظَرَ ٱلۡمَغۡشِيِّ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ ﴿ "kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati," karena mereka tidak menyukai perang karena terasa berat bagi mereka. Ayat ini sama seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمۡ كُفُّوٓاْ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقِتَالُ إِذَا فَرِيقٞ مِّنۡهُمۡ يَخۡشَوۡنَ ٱلنَّاسَ كَخَشۡيَةِ ٱللَّهِ أَوۡ أَشَدَّ خَشۡيَةٗۚ ﴿ "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, 'Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah Shalat dan tu-naikanlah Zakat!' Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya." (An-Nisa`: 77).
(20-21) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengajak mereka kepada apa yang lebih sesuai dengan kondisi mereka seraya berfirman, ﴾ فَأَوۡلَىٰ لَهُمۡ 20 طَاعَةٞ وَقَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞۚ ﴿ "Dan lebih utama bagi mereka, taat dan mengucapkan perkataan yang baik." Artinya, lebih baik mereka mengerjakan perin-tah yang ada, yang harus dikerjakan oleh mereka serta memusat-kan perhatian mereka untuk melaksanakannya dan jangan terburu-buru mengharapkan sesuatu yang berat, supaya mereka merasa senang dengan keselamatan dan ampunan yang diberikan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَإِذَا عَزَمَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Apabila telah tetap perintah," yakni, perintah serius dan mengharuskan, maka dalam kondisi seperti ini, ﴾ صَدَقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "mereka benar (imannya) terhadap Allah," dengan meminta pertolongan kepadaNya serta mencurahkan segenap tenaga untuk menunaikan-nya, ﴾ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡ ﴿ "niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka," daripada kondisi sebelumnya karena beberapa hal, di antaranya adalah: Pertama, seorang hamba yang kurang di berbagai halnya tidak memiliki kemampuan apa pun kecuali jika Allah سبحانه وتعالى memberi-nya pertolongan, karena itulah jangan meminta lebih dari perintah yang ada. Kedua, seorang hamba jika jiwanya bergantung pada sesuatu yang akan datang, maka amalnya akan lemah dan tidak mampu menunaikan tugasnya yang ada karena memikirkan tugas yang akan datang, sebab –dalam kaitannya dengan tugas yang ada– idealismenya telah berpindah pada yang lain di mana aktivitas seseorang itu mengikuti idealismenya. Sedangkan berkaitan dengan yang akan datang, tidaklah pe-rintah datang melainkan idealismenya telah menurun dan lemah untuk mengerjakannya sehingga tidak bisa ditolong. Ketiga, orang yang banyak memiliki berbagai angan untuk masa mendatang, padahal malas untuk mengerjakan tugas yang ada sama seperti pemimpi yang bertekad untuk mengerjakan semua tugas yang akan dihadapi pada waktu yang akan datang, sehingga orang seperti ini patut dicela karena tidak mau menunaikan tugas yang dikiranya bisa ditunaikan. Sepatutnya seorang hamba mengonsentrasikan idealisme, pikiran dan kegiatannya untuk menghadapi tugas yang ada dan menunaikan tugasnya berdasarkan kemampuan, setiap kali waktu tiba selalu dihadapi dengan semangat, idealisme tinggi yang terkonsentrasi dan tidak tercerai berai, disertai dengan me-minta pertolongan para Rabbnya dalam menghadapi semua itu. Dan orang seperti ini layak mendapatkan pertolongan di berbagai halnya.