پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shura
سورهٔ ۴۲

Ash-Shura

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۵۱

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَآئِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِىَ بِإِذْنِهِۦ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌ ۵۱

(51) Setelah orang-orang yang mendustakan para utusan Allah, yang kafir kepada Allah itu berkata, ﴾ لَوۡلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوۡ تَأۡتِينَآ ءَايَةٞۗ ﴿ "Kenapa Allah tidak langsung berbicara kepada kami atau datang kepada kami bukti." (Al-Baqarah: 118), karena kesombongan dan kecongkakan mereka, maka Allah menjawab (membantah) mereka dengan ayat suci ini. (Dan Dia jelaskan) bahwa Dia hanya berkata-kata langsung kepada manusia tertentu, yaitu para nabi yang di-utus dan manusia pilihanNya. Dan pembicaraan itu terjadi melalui beberapa cara: Berbicara kepadanya melalui wahyu, Dia tiupkan wahyu tersebut ke dalam hati seorang rasul tanpa perantara se-orang malaikat atau tanpa pembicaraan langsung dengan rasul itu, ﴾ أَوۡ ﴿ "atau" Dia berbicara kepadanya secara langsung akan tetapi ﴾ مِن وَرَآيِٕ حِجَابٍ ﴿ "dari belakang tabir" sebagaimana terjadi pada Nabi Musa bin Imran (yang dijuluki:) Kalim ar-Rahman, ﴾ أَوۡ ﴿ "atau" Allah berbicara kepadanya dengan perantara utusan dari kalangan ma-laikat, ﴾ يُرۡسِلَ رَسُولٗا ﴿ "dengan mengutus seorang utusan," seperti malai-kat Jibril atau malaikat-malaikat lainnya. ﴾ فَيُوحِيَ بِإِذۡنِهِۦ ﴿ "Lalu diwah-yukan kepadanya dengan seizinNya," maksudnya, seizin Tuhannya, tidak berdasarkan kemauannya sendiri. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Mahatinggi DzatNya, Mahatinggi sifat-sifatNya, lagi Mahaagung, lagi Mahatinggi perbuatan-per-buatanNya. Dia telah mengalahkan segala sesuatu, seluruh makh-luk tunduk kepadaNya, ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "lagi Mahabijaksana" di dalam penempatan segala sesuatu dari berbagai makhluk dan ketetapan hukum masing-masing pada tempatnya.