پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Fussilat
سورهٔ ۴۱

Fussilat

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۵

وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا فِىٓ أَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ وَفِىٓ ءَاذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنۢ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَٱعْمَلْ إِنَّنَا عَـٰمِلُونَ ۵

(5) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Mereka berkata," maksudnya, orang-orang yang berpaling dari al-Qur`an itu berkata untuk menjelaskan keengganan mereka mengambil pelajaran darinya dengan menutup semua pintu yang bisa menyampaikan kepadanya, ﴾ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ ﴿ "Hati kami ber-ada dalam tutupan," penutup yang menutupi ﴾ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ ﴿ "terhadap apa yang kamu seru kami kepadanya, dan di telinga kami ada sumbatan," maksudnya, tuli sehingga kami tidak dapat mendengar-mu, ﴾ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ ﴿ "dan di antara kami dan kamu ada dinding," sehingga kami tidak dapat melihatmu. Maksudnya, mereka me-nampakkan sikap berpaling dari al-Qur`an dari segala sisi, dan mereka menampakkan kebencian kepadanya dan puas dengan apa yang mereka anut. Maka dari itu mereka berkata, ﴾ فَٱعۡمَلۡ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ ﴿ "Maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja pula," maksudnya, sebagaimana kamu puas mengamalkan agamamu, maka kami pun sangat puas mengamalkan agama kami. Ini benar-benar sikap mengabaikan yang sangat kentara, di mana mereka rela dengan kesesatan, menjauhi petunjuk dan lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan, dan mereka menjual akhirat dengan dunia.