Az-Zumar
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
بَلِ ٱللَّهَ فَٱعْبُدْ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ ۶۶
(66) Kemudian Dia berfirman, ﴾ بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ ﴿ "Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah." Setelah Allah memberitahu bahwa orang-orang yang jahil (bodoh) itu memerintah beliau untuk melakukan syirik dan Allah mengabarkan kekejian syirik, maka Dia memerintahnya untuk ikhlas (bertauhid), seraya berfirman, ﴾ بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ ﴿ "Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah." Maksudnya, murnikanlah ibadah hanya kepadaNya saja, tiada se-kutu bagiNya, ﴾ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur" kepada Allah atas taufikNya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى disyukuri atas segala nikmat duniawi, seperti kesehatan tubuh dan keselamatannya, perolehan rizki dan lain-lainnya, maka demikian pula Dia disyukuri dan dipuji atas nikmat-nikmat AgamaNya seperti taufik (bimbingan) kepada keikhlasan dan takwa. Bahkan nikmat agama adalah nikmat yang sesungguhnya dan bila direnungkan, maka ia sesungguhnya ber-asal dari Allah سبحانه وتعالى. Bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat ter-sebut merupakan penyelamatan (diri) dari sifat ujub (bangga diri) yang sering menghampiri (hati) orang-orang yang beramal disebab-kan kebodohan mereka. Kalau tidak, sekiranya saja sang hamba mengetahui keadaan yang sebenarnya, tentu ia tidak akan ber-bangga diri oleh nikmat yang sebenarnya harus lebih disyukuri.