Az-Zumar
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ ۳۳
(33) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan orang yang berdusta lagi mendustakan, perbuatan jahatnya dan hukumannya, maka Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tentang orang yang jujur lagi membenarkan dan pahalanya, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ ﴿ "Dan orang yang mem-bawa kebenaran" di dalam pembicaraan dan perbuatannya. Masuk ke dalam kelompok ini adalah para Nabi dan orang-orang yang menduduki posisi mereka di antara orang-orang jujur dalam pem-bicaraannya tentang informasi dari Allah dan hukum-hukumNya, dan dalam apa yang dilakukannya dari karakter-karakter kejujuran. ﴾ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ ﴿ "Dan membenarkannya," maksudnya, membenarkan kebenaran; sebab bisa saja seseorang datang dengan kebenaran namun ia sendiri tidak membenarkannya disebabkan kesombongan-nya atau karena ia meremehkan orang yang mengatakannya dan datang dengannya. Maka dalam memuji harus (dari dua sisi:) Benar dan membenarkan. Kebenaran (kejujuran)nya membuktikan ilmu dan keadilannya, sedangkan pembenarannya membuktikan sikap tawadhu' (rendah diri) dan tidak mempunyai sikap sombong. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah," yakni, orang-orang yang dianugerahi dua perkara di atas adalah ﴾ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ﴿ "orang-orang yang bertakwa," karena sesungguhnya seluruh karakter-karakter takwa kembali kepada sifat jujur kepada kebenaran dan membenarkannya.