پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Az-Zumar
سورهٔ ۳۹

Az-Zumar

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۱۷

وَٱلَّذِينَ ٱجْتَنَبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ ۱۷

(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, maka di sini Allah menjelaskan kondisi orang-orang yang berinabah (kembali) kepada Allah dan pahala untuk mereka, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا ﴿ "Dan orang-orang yang menjauhi thaghut, tidak menyembahnya." Yang dimaksud thaghut di sini adalah beribadah (penyembahan dan pengabdian) kepada selain Allah. Lalu mereka menjauhinya, tidak menyembahnya. Ini merupakan penjagaan (perlindungan, pemeliharaan) yang sangat indah dari Allah سبحانه وتعالى, sebab pujian di atas meliputi orang yang menjauhi thaghut dengan cara tidak menyembahnya. ﴾ وَأَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "Dan kembali kepada Allah" dengan beribadah kepadaNya dan memurnikan kepatuhan kepadaNya dalam menjalankan agama. Keinginan-keinginan mereka berpaling (menjauh) dari peribadahan kepada berhala menuju ibadah kepada Yang Maharaja lagi Maha Mengetahui; dan dari syirik serta maksiat-maksiat menuju tauhid dan ketaatan. ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰۚ ﴿ "Bagi mereka berita gembira," yang tidak dapat diukur nilainya dan tidak dapat mengetahui ungkapannya kecuali orang yang dimuliakan oleh Allah dengan berita gembira itu. Ini men-cakup berita gembira di dalam kehidupan dunia ini dalam bentuk pujian yang baik, mimpi-mimpi yang baik dan inayah (perhatian) rabbani dari Allah سبحانه وتعالى yang mereka rasakan dari celah-celahnya bahwasanya Allah hendak memuliakan mereka di dunia dan di akhirat; dan mereka juga memperoleh berita gembira di akhirat: Saat menjelang kematian, saat berada di dalam kubur, dan pada saat Hari Kiamat. Dan puncak berita gembira itu adalah apa yang diberitakan oleh Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah, yaitu terus mene-rusnya keridhaan Allah, kebaikan, dan karuniaNya serta ditemu-kannya segala cita-citanya di surga.