Saad
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَـٰطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنَ ٱلنَّارِ ۲۷
(27) Allah سبحانه وتعالى memberitahu tentang kesempurnaan hikmah-Nya dalam penciptaan langit dan bumi, dan sesungguhnya Dia tidak menciptakannya ﴾ بَٰطِلٗاۚ ﴿ "sebagai suatu yang batil," artinya, dengan sia-sia dan main-main, tanpa ada faidah ataupun maslahatnya. ﴾ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ ﴿ "Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir" terhadap Rabb mereka, di mana mereka meyakini apa yang tidak pantas bagi kebesaranNya. ﴾ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ ﴿ "Maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka." Nerakalah yang akan mengambil yang hak dari mereka dan akan menghanguskan mereka. Sebab, sesung-guhnya Allah سبحانه وتعالى menciptakan langit dan bumi ini dengan (alasan) yang hak dan untuk (tujuan) yang hak. Allah menciptakan kedua-nya agar manusia mengetahui kemahasempurnaan ilmuNya, ke-mampuanNya dan keluasan KuasaNya, dan bahwa sesungguhnya hanya Allah سبحانه وتعالى semata sembahan, bukan yang tidak pernah men-ciptakan sebesar biji sawi pun dari langit dan bumi ini; dan sesung-guhnya kebangkitan itu benar adanya dan Allah akan memberikan keputusan antara para pelaku kebaikan dan para pelaku keburukan. Dan hendaknya orang yang tidak mengetahui (bodoh) terhadap hikmah (kebijaksanaan) Allah, tidak menyangka bahwa Allah akan menyetarakan antara kedua golongan itu dalam putusan hukum-Nya kelak.