Saad
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
ٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلْأَيْدِ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ۱۷
(17) Maka Allah berfirman kepada RasulNya, ﴾ ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ ﴿ "Ber-sabarlah atas segala apa yang mereka katakan" sebagaimana para rasul sebelummu telah bersabar, sebab sesungguhnya perkataan mereka sama sekali tidak membahayakan kebenaran dan tidak membahaya-kanmu sedikitpun, melainkan membahayakan diri mereka sendiri.
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى memerintah RasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kaumnya, Dia memerintah beliau untuk memo-hon pertolongan dalam bersabar tersebut dengan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengingat-ingat keadaan para ahli ibadah, sebagaimana dikatakanNya di dalam ayat yang lain, ﴾ فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ غُرُوبِهَاۖ ﴿ "Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertas-bihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (Thaha: 130). Dan di antara ahli ibadah yang teragung adalah Nabiyullah Dawud عليه السلام, yang ﴾ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ ﴿ "mempunyai kekuatan," maksudnya, ke-kuatan yang sangat besar untuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى yang terdapat pada jasad dan dalam hatinya, ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿ "sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahannya dengan inabah kepadaNya, mencintai, meng-hambakan diri, takut, berharap dan selalu merendahkan diri dan berdoa kepadaNya; selalu kembali kepadaNya di kala terlanjur melakukan kekeliruan dengan cara menghentikan kesalahan itu dan bertaubat dengan sebenarnya.