پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Aal-i-Imraan
سورهٔ ۳

Aal-i-Imraan

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیه‌های ۹۳–۹۴

كُلُّ ٱلطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَٰٓءِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ ٱلتَّوْرَىٰةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا۟ بِٱلتَّوْرَىٰةِ فَٱتْلُوهَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ ۹۳ فَمَنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ۹۴

(93-94) Dari sejumlah perkara yang dituduhkan oleh kaum Yahudi sebagai suatu masalah dalam kenabian Nabi Isa عليه السلام dan Nabi Muhammad ﷺ, yaitu mereka meyakini bahwasanya nasakh itu batil, dan bahwa seorang Nabi yang akan datang tidaklah mungkin menyalahi Nabi yang sebelumnya. Maka Allah mendus-takan mereka dengan suatu perkara yang mereka ketahui, yaitu, bahwa mereka mengetahui semua makanan sebelum turunnya Taurat adalah halal bagi Bani Israil kecuali beberapa jenis saja yang diharamkan oleh Isra`il –Nabi Ya'qub عليه السلام– atas dirinya dan hal itu ia lakukan karena suatu penyakit yang dideritanya. Kemudian dalam Taurat ada beberapa perkara yang diharamkan yang me-nasakh apa yang sebelumnya halal, dan hal ini banyak terjadi. Katakan kepada mereka apabila mereka mengingkari hal itu, ﴾ فَأۡتُواْ بِٱلتَّوۡرَىٰةِ فَٱتۡلُوهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah ia jika kamu orang-orang yang benar" dengan keyakinan kalian bahwa tidak ada nasakh, tidak pula ada penghalalan dan pengharaman. Ini merupakan hujjah yang paling tegas yakni seseorang di-gugat dengan sesuatu yang ia ketahui sendiri dan tidak ia ingkari. Apabila ia patuh terhadap kebenaran itu, maka itulah yang seha-rusnya terjadi, namun apabila ia enggan dan tidak patuh setelah keterangan tersebut, maka jelaslah kebohongan, fitnah, kezhaliman dan batilnya apa yang ia yakini, dan itulah realita kaum Yahudi.