Aal-i-Imraan
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا۟ عِبَادًا لِّى مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَـٰكِن كُونُوا۟ رَبَّـٰنِيِّـۧنَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ ٱلْكِتَـٰبَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ ۷۹ وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا۟ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ أَرْبَابًا ۗ أَيَأْمُرُكُم بِٱلْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ ۸۰
(79-80) Maksudnya, tidak akan terjadi dan bahkan sangat mustahil sekali bagi seorang manusia yang telah dikaruniakan wahyu oleh Allah, al-Kitab dan Kenabian dan memberikan kepa-danya hukum-hukum syariat, untuk menyuruh manusia untuk beribadah kepada dirinya dan kepada para Nabi dan malaikat serta menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan lain. Karena semua itu adalah kekufuran, bagaimana mungkin, padahal ia telah diutus dengan Islam yang memberantas kekufuran dengan segala ben-tuknya, lalu bagaimana ia menyeru kepada hal yang berlawanan dengan itu. Ini adalah di antara perkara yang tidak mungkin terjadi, dan apa yang dibawa olehnya dan semua yang telah Allah karunia-kan kepadanya berupa keutamaan dan keistimewaan mengharus-kan ubudiyah yang total dan ketundukan yang sempurna kepada Allah yang Esa lagi Mahaperkasa. Ini merupakan jawaban atas delegasi Nasrani negeri Najran ketika mereka bersikeras dengan keterpedayaan mereka hingga keadaan mereka semakin jauh, dan mereka berkata dengan kesom-bongannya, "Apakah engkau menyeru kami wahai Muhammad untuk menyembahmu?" Ketika beliau memerintahkan mereka untuk beribadah hanya kepada Allah dan taat kepadaNya. Lalu Allah menjelaskan tentang kesalahan perkataan mereka dan bahwa-sanya perkataan mereka dan perkataan selain mereka yang seperti itu sangat batil.