An-Naml
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ ۸۲
(82) Maksudnya, apabila telah jatuh atas manusia ﴾ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "perkataan" yang telah dipastikan oleh Allah dan telah ditetapkan waktunya; ﴾ أَخۡرَجۡنَا لَهُمۡ دَآبَّةٗ ﴿ "Kami keluarkan sejenis binatang melata" yang keluar ﴾ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "dari bumi" atau salah satu binatang melata yang ada di bumi, bukan dari langit. Dan binatang melata ini ﴾ تُكَلِّمُهُمۡ ﴿ "akan mengatakan kepada mereka," akan mengatakan kepada manusia, ﴾ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ ﴿ "bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami," maksudnya, karena manusia sa-ngat lemah pengetahuan dan keyakinan mereka kepada ayat-ayat Allah. Maka Allah memunculkan binatang melata tersebut sebagai salah satu mukjizat Allah yang sangat menakjubkan, untuk men-jelaskan kepada manusia apa yang dahulu mereka ragukan. Dan binatang melata ini yang dikenal akan muncul di akhir zaman, dan ia akan menjadi salah satu dari tanda-tanda kiamat, sebagaimana dijelaskan di dalam banyak hadits.[38] [Allah dan RasulNya tidak menjelaskan bentuk binatang melata ini, dan yang dijelaskan hanya pengaruhnya saja dan maksud darinya, dan bahwa ia merupakan salah satu dari ayat-ayat (tanda-tanda kebenaran) Allah; ia akan berkata kepada manusia dengan perkataan yang di luar dari ke-biasaan di saat perkataan (putusan Allah) jatuh pada manusia dan di saat mereka meragukan ayat-ayat Allah, sehingga ia menjadi hujjah (argumen) dan bukti bagi orang-orang yang beriman, dan hujjah terhadap orang-orang yang menentang].[39]