An-Naml
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ۴۴
(44) Kemudian Sulaiman ingin agar Balqis melihat sebagian dari kekuasaannya yang mencengangkan akal. Lalu dia menyuruh-nya masuk ke mahligainya (istana), yaitu berupa tempat (ruangan) yang tinggi dan luas. Ia terbuat dari kaca yang tembus pandang, di bawahnya sungai-sungai mengalir, ﴾ قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ ﴿ "Dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam istana.' Maka tatkala dia me-lihat lantai istana itu, dikiranya kolam yang besar'," maksudnya, kolam air. Hal itu karena kaca-kaca tersebut tembus pandang, hingga air yang berada di bawahnya terlihat seolah-olah tempat itu adalah air yang mengalir tanpa pembatas yang membatasinya. ﴾ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ ﴿ "Dan dia menyingkap kedua betisnya." Karena takut basah. Ini juga termasuk kecerdasan dan kesopanannya, karena dia tidak menolak untuk masuk ke tempat yang diperintahkan kepadanya untuk dimasuki. Sebab, dia yakin bahwa dirinya tidak diundang kecuali untuk dihormati, dan dia tahu bahwa kerajaan Sulaiman dan sistem regulasinya telah dibangun di atas landasan kebijaksanaan, dan dalam hatinya pun sama sekali tidak ada rasa ragu sedikit pun ter-hadap kondisi buruk setelah melihat apa yang telah bisa dilihatnya. Setelah dia bersiap untuk menceburkan diri, maka dikatakan kepa-danya, ﴾ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ ﴿ "Sesungguhnya ia adalah istana licin." Maksud-nya sebuah majelis, ﴾ مِّن قَوَارِيرَۗ ﴿ "terbuat dari kaca." Maka Anda tidak perlu menyingkap kedua betismu. Pada saat itu, ketika dia telah sampai kepada Sulaiman dan menyaksikan apa yang telah dilihat-nya serta mengetahui kenabian dan kerasulannya, maka dia pun bertaubat dan kembali dari kekafirannya, dan berkata, ﴾ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam." Demikianlah bagian dari kisah ratu negeri Saba` yang Allah kisahkan kepada kita dan tentang apa yang terjadi antara dia dengan Sulaiman. Adapun selain itu berupa kisah-kisah tambahan dan kisah-kisah isra`iliyat (yang bersumber dari Bani Israil) maka sama sekali tidak ada hubungannya dengan tafsir (penjelasan) ter-hadap Firman Allah, yang mana tafsir itu harus berdasarkan pada dalil yang telah dimaklumi lagi terjaga, sedangkan nukilan-nukilan dalam malasah ini, semuanya atau kebanyakannya tidak demikian. Kewajiban yang harus dilakukan adalah mengabaikannya dan tidak memasukkannya ke dalam tafsir. Wallahu a'lam.