Ash-Shu'araa
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
قَالَ فَعَلْتُهَآ إِذًا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ۲۰ فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِى رَبِّى حُكْمًا وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ۲۱ وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ۲۲
(20-22) Lalu Musa berkata, ﴾ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿ "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf." Maksudnya, bukan karena kafir, melainkan karena aku khilaf dan kurang berakal, lalu aku memohon ampun kepada Rabb-ku, dan Dia pun mengampuniku. ﴾ فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ ﴿ "Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu," saat kalian berupaya untuk membunuhku, maka aku lari ke negeri Madyan dan aku tinggal di sana beberapa tahun, lalu aku datang kepada kalian, ﴾ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "kemudian Rabbku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang dari rasul-rasul." Walhasil, bahwa penolakan Fir'aun terhadap Nabi Musa adalah penolakan seorang yang bodoh atau orang yang berpura-pura bodoh. Sebab, Fir'aun telah menjadikan pembunuhan (yang dilakukan oleh Musa) sebagai penghalang untuk menjadi seorang rasul. Oleh karena itu, Musa menjelaskan kepadanya bahwa pem-bunuhan yang dilakukannya karena khilaf dan tidak sengaja untuk membunuhnya, dan bahwa karunia Allah سبحانه وتعالى tidak bisa dihalangi oleh seorang pun. Lalu kenapa kalian menghalangi hikmah dan kerasulan yang telah Allah karuniakan kepadaku? Sekarang, wahai Fir'aun, tinggal argumentasimu, yang kamu katakan, ﴾ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا ﴿ "Bukankah kami telah mengasuhmu di dalam (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak?" Setelah dicermati, maka jelas sekali bahwa sebenarnya sama sekali tidak ada kebaikan (jasa) sama sekali bagimu pada saat itu. Maka dari itu Musa berkata, ﴾ وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ ﴿ "Itu adalah nikmat" yang dikaruniakan ﴾ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "kepadaku disebabkan kamu telah memperbudak Bani Isra`il." Maksud-nya, nikmat ini dilimpahkan kepadaku adalah karena sesungguh-nya kamu telah membuat hina Bani Isra`il dan kamu telah men-jadikan mereka tak ubahnya seperti budak, sedangkan aku telah engkau selamatkan dari perbudakanmu dan penghinaanmu, dan kamu telah menjadikan hal itu sebagai nikmat bagiku. Jadi, tatkala direnungkan, maka tampak bahwa yang sebenarnya adalah karena engkau telah menzhalimi bangsa yang mulia ini (Bani Isra`il), eng-kau menyiksa mereka dan engkau telah mempekerjakan mereka secara paksa; sedangkan aku telah diselamatkan oleh Allah dari kejahatanmu, pada saat kejahatanmu menimpa kaumku. Lalu jasa apa yang kamu lakukan dan engkau karuniakan kepadaku?