پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Furqaan
سورهٔ ۲۵

Al-Furqaan

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۴۲

إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا ۴۲

(42) Maka dari itu mereka mengatakan, ﴾ إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita." [Si lelaki ini] dengan menjadikan sembahan-sembahan itu hanya satu sembahan saja, ﴾ لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ ﴿ "seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya," tentu dia telah menyesatkan kita. Mereka beranggapan, –semoga Allah memperburuk mereka–, bahwa kese-satan itu adalah tauhid, dan bahwa petunjuk (kebenaran) itu adalah kesyirikan yang mereka anut. Maka dari itu mereka saling meng-ingatkan agar selalu sabar dalam kesyirikan itu, ﴾ وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ ﴿ "Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), 'Pergi-lah kamu dan tetaplah (menyembah) ilah-ilahmu'." (Shad: 6). Dan di sini mereka mengatakan, ﴾ لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ ﴿ "Seandai-nya kita tidak sabar (menyembah)nya," sabar itu terpuji dalam segala kondisi, kecuali dalam kondisi seperti ini. Sebab kondisi yang satu ini adalah sabar atas sebab kausalitas yang dapat menimbulkan murka, dan sabar atas perbuatan menumpuk kayu bakar Neraka Jahanam. Sedangkan orang-orang beriman, mereka seperti yang difir-mankan oleh Allah سبحانه وتعالى tentang mereka, ﴾ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ 3 ﴿ "Nasihat menasihatilah supaya menaati kebenaran dan nasihat me-nasihatilah supaya menetapi kesabaran." (Al-Ashr: 3). Ketika ini merupakan klaim mereka bahwa merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk, sedangkan Rasulullah adalah sesat, padahal sudah pasti bahwa mereka sudah tidak mempunyai alasan lagi, maka Allah mengancam mereka dengan azab, dan Dia informasikan bahwa mereka pada saat itu ﴾ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ ﴿ "di saat mereka melihat azab" mereka akan mengetahui dengan pengetahuan yang hakiki ﴾ مَنۡ ﴿ "siapa" dia ﴾ أَضَلُّ سَبِيلًا ﴿ "yang paling sesat jalannya." ﴾ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا 27 ﴿ "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul'." (Al-Furqan: 27).