Al-Muminoon
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ ۷۰
(70) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةُۢۚ ﴿ "Atau (apakah patut) mereka berkata, 'Pada-nya (Muhammad) ada penyakit gila'," maksudnya kegilaan, sehingga mengatakan hal demikian. Omongan orang gila tidak bisa didengar-kan dan perkataannya tidak bisa dijadikan pedoman. Karena ia mengigau dengan ucapan yang batil dan omongan yang tolol. Allah berfirman dalam rangka membantah omongan mereka, ﴾ بَلۡ جَآءَهُم بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka," dengan perkara yang teguh, yang merupakan murni kejujuran, keadilan, tanpa ada unsur perbedaan dan kontradiktif. Bagaimana bisa orang yang mengembannya sedang kerasukan jin? Bukankah dia tidak berada melainkan (pasti) pada level kesempurnaan tertinggi, dari sudut ilmu, kematangan akal dan budi pekerti yang luhur? Sesung-guhnya di sini terdapat pengalihan pembicaraan dari fokus sebe-lumnya. Yaitu, sebenarnya, faktor yang menahan langkah mereka untuk beriman, bahwasanya, ﴾ جَآءَهُم بِٱلۡحَقِّ وَأَكۡثَرُهُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ ﴿ "telah datang kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran," yaitu kebenaran paling agung yang mendatangi mereka, kemurnian ibadah bagi Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain Allah. Sungguh, Allah telah mengetahui kebencian mereka pada perkara ini dan pandangan antipati mereka kepadanya. Kenyataan bahwa Rasulullah membawa kebenaran, sementara mereka pada dasarnya membenci kebenaran tersebut, itulah faktor yang membuat mereka mendustakan kebenaran. Bukan lantaran keragu-raguan ataupun pendustaan terhadap Rasulullah. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ 33 ﴿ "Karena sebenarnya mereka tidak mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." (Al-An'am: 33).