پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hajj
سورهٔ ۲۲

Al-Hajj

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۵۳

لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ ۵۳

(53) Termasuk tanda kesempurnaan sifat hikmah Allah, Dia membuat setan mampu untuk melontarkan godaan-godaan itu, biar nyata apa yang disampaikan dalam FirmanNya,﴾ لِّيَجۡعَلَ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ فِتۡنَةٗ ﴿ "agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai fitnah," bagi dua golongan manusia yang Allah tidak mem-pedulikan mereka. [Mereka itu orang yang] ﴾ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ ﴿ "di dalam hatinya ada penyakit," yaitu kelemahan dan kekosongan iman yang sampai titik nadir dan (tidak adanya) pembenaran yang teguh. Hingga syubhat paling ringan saja yang muncul sudah dapat ber-pengaruh pada hati mereka. Apabila mereka mendengarkan lon-taran godaan dari setan, maka keraguan dan syak pun melekat pada hati mereka. Maka, jadilah ia fitnah bagi mereka. ﴾ وَٱلۡقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Dan yang kasar hatinya," maksudnya yang kaku, yang tidak mempan oleh larangan dan peringatan, tidak mencerna maksud dari Allah dan RasulNya, lantaran kekerasannya. Jika mendengarkan lontaran godaan setan, mereka menjadikannya sebagai hujjah mereka atas kebatilan mereka. Dengan dasar itu, mereka melancarkan adu argumentasi. Mereka menentang Allah dan RasulNya. Oleh karena itu, Allah berfirman,﴾ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِي شِقَاقِۭ بَعِيدٖ 53 ﴿ "Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat," maksudnya dalam persengketaan mereka dengan Allah, perlawanan terhadap al-haq dan penentangan terhadapnya, jauh dari rel kebenaran. Tipu daya yang dilancarkan setan berubah menjadi fitnah bagi kedua belah kelompok ini. De-ngan itu, terlihat kebusukan yang tersembunyi di hati-hati mereka.