پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
سورهٔ ۲۰

Taa-Haa

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۵۴

كُلُوا۟ وَٱرْعَوْا۟ أَنْعَـٰمَكُمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلنُّهَىٰ ۵۴

(54) Karena itu, Allah berfirman, ﴾ كُلُواْ وَٱرۡعَوۡاْ أَنۡعَٰمَكُمۡۚ ﴿ "Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu." Allah mengemukakan perintah ini dalam bentuk penyebutan nikmat-nikmatNya, agar hal tersebut menunjukkan bahwa hukum asal pada segala tanaman adalah ibahah (boleh), sehingga tidaklah haram darinya kecuali hal-hal yang berbahaya, semisal racun dan lainnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلنُّهَىٰ 54 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal," maksudnya, bagi orang-orang yang memiliki akal-akal yang matang, dan pikiran-pikiran yang lurus, terdapat tanda-tanda keutamaan, limpahan kebaikan, rahmat, luasnya kedermawananNya dan kesempurnaan perhatianNya. (Juga menunjukkan bahwa) Dia-lah Dzat yang menguasai yang berhak disembah, Memiliki lagi Terpuji, yang tiada satu dzat pun yang berhak menerima ibadah selainNya. Juga tidak (berhak) dengan pujian, sanjungan, dan kekaguman kecuali Dzat yang telah mencurahkan nikmat-nikmat ini. (Dan menunjukkan pula bahwa) Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, sebagaimana Dia Dzat Yang Menghidupkan bumi setelah kondisi gersangnya. Sesungguhnya Dzat tersebut benar-benar berkuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Secara khusus, Allah menyinggung orang-orang yang berakal dengan hal itu, karena merekalah orang-orang yang berhasil meraup kemanfaatan dari-nya, yang memandangnya dengan pandangan serius. Sementara itu, orang-orang selain mereka, maka mereka berada dalam level binatang-binatang ternak yang lepas dan hewan-hewan piaraan yang dilepas di tempat gembalaan. Mereka tidak menyaksikannya dengan pandangan orang yang mau berpikir. Hati nurani mereka tidak menembus inti maksudnya. Ciri mereka serupa dengan hewan-hewan ternak; makan, minum (dan sebagainya), akan tetapi hati mereka lalai dan fisik-fisik mereka berpaling, ﴾ وَكَأَيِّن مِّنۡ ءَايَةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَمُرُّونَ عَلَيۡهَا وَهُمۡ عَنۡهَا مُعۡرِضُونَ ﴿ "Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan bumi yang mereka lalui, sedang mereka berpaling darinya." (Yusuf: 105).