Taa-Haa
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَعْمَىٰ ۱۲۴
(124) ﴾ وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي ﴿ "Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu," yaitu dari kitabKu yang menjadi sumber pengingat seluruh cita-cita yang tinggi, membiarkannya dengan cara berpaling darinya atau dengan sikap lebih parah dari itu, dengan cara meng-ingkari atau mengkufurinya, ﴾ فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا ﴿ "maka sesungguhnya dia mendapatkan penghidupan yang sempit," maksudnya sesungguh-nya balasannya adalah Kami menjadikan penghidupannya sempit lagi susah. Dan tidaklah hal itu melainkan suatu siksaan. Peng-hidupan yang sempit juga ditafsirkan dengan siksa kubur. Kubur-nya akan dipersempit, terkepung di dalamnya, dan tersiksa sebagai balasan atas sikapnya berpaling dari peringatan Rabbnya. Ini salah satu dalil dari ayat yang menunjukkan keberadaan siksa kubur. Ayat kedua, Firman Allah, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓاْ أَيۡدِيهِمۡ ﴿ "Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya." (Al-An'am: 93). Ayat ketiga, FirmanNya, ﴾ وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَدۡنَىٰ دُونَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَكۡبَرِ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)." (As-Sajdah: 21). Ayat keempat, FirmanNya tentang kelompok Fir'aun, ﴾ ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا غُدُوّٗا وَعَشِيّٗاۚ ﴿ "Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang." (Al-Mu`min: 46). Menurut ulama Salaf yang menafsirkannya dengan siksa kubur saja dan membatasinya pada point itu semata -wallahu a'lam- bagian yang menentukan adalah penghujung ayat ini, dan bahwa Allah menyebutkan siksa Hari Kiamat di akhir ayat. Sebagian ahli tafsir memandang bahwa penghidupan yang sempit itu bersifat umum di dunia ini saja, semisal kesedihan, ke-getiran dan hal-hal yang menyakitkan yang menimpa orang yang berpaling dari peringatan Rabbnya, yang merupakan siksaan yang disegerakan (di dunia ini), di alam Barzakh, dan di akhirat, lantaran lafazhnya mutlak tanpa diikat (dengan sesuatu pun). ﴾ وَنَحۡشُرُهُۥ ﴿ "Dan Kami akan menghimpunkannya," orang yang berpaling dari peringatan Rabbnya ﴾ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ 124 ﴿ "pada Hari Kiamat dalam keadaan buta," maksudnya buta indera matanya menurut pendapat yang shahih. Seperti Firman Allah تعالى, ﴾ وَنَحۡشُرُهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ عُمۡيٗا وَبُكۡمٗا وَصُمّٗاۖ ﴿ "Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan tuli." (Al-Isra`: 97).