پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Hud
سورهٔ ۱۱

Hud

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۳۲

قَالُوا۟ يَـٰنُوحُ قَدْ جَـٰدَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَٰلَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ۳۲

(32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah.