Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Alaq
Sūrah 96

Al-Alaq

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 19

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩ 19

(19) Sedangkan kondisi orang yang dilarang, Allah سبحانه وتعالى memerintahnya agar tidak menuruti dan tunduk pada larangan orang durhaka itu seraya berfirman, ﴾ كـَلَّا لَا تُطِعۡهُ ﴿ "Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya," karena ia hanya memerintahkan sesuatu yang menyebabkan kerugian, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ ﴿ "dan sujudlah" untuk Rabbmu, ﴾ وَٱقۡتَرِب۩ ﴿ "dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah)," baik dalam bersujud dan berbagai ketaatan dan amalan-amalan lain yang men-dekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى, karena semua itu bisa mendekatkan pada RidhaNya. Ini berlaku secara umum bagi setiap orang yang melarang kebaikan dan yang dilarang melakukan kebaikan meski ayat ini turun berkaitan dengan Abu Jahal ketika melarang Rasu-lullah a shalat dan menyiksa, serta menyakiti beliau.

Selesai. Dan segala puji hanya bagi Allah semata, Rabb semesta alam. 9