Al-Anfaal
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلصُّمُّ ٱلْبُكْمُ ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ 22
(22) Allah berfirman, ﴾ إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya bina-tang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah." Yakni orang-orang yang peringatan dan ayat-ayat Allah tidak berguna bagi me-reka, dan mereka ﴾ ٱلصُّمُّ ﴿ "ialah orang-orang yang tuli", dari mendengar kebenaran, ﴾ ٱلۡبُكۡمُ ﴿ "dan bisu", dari menyuarakan kebenaran, ﴾ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "yang tidak mengerti apa-apa," yang bermanfaat bagi mereka dan terpengaruh oleh apa yang merugikan mereka. Mereka itu lebih buruk di sisi Allah daripada binatang yang buruk, karena Allah telah memberi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati agar digunakan dalam ketaatan kepadaNya, tetapi mereka meng-gunakannya untuk bermaksiat kepadaNya. Dengan itu mereka kehilangan banyak kebaikan. Mereka berada di ujung jalan yang membawa mereka untuk menjadi makhluk mulia, tetapi mereka menolak jalan itu dan mereka malah memilih menjadi manusia yang buruk. Pendengaran yang dinafikan oleh Allah dari mereka adalah pendengaran yang berpengaruh kepada hati. Adapun pendengaran yang merupakan hujjah, maka ia telah tegak atas mereka dengan ayat-ayatNya yang mereka dengar.