Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-An'aam
Sūrah 6

Al-An'aam

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 36

إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَٱلْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ 36

(36) Allah berfirman kepada NabiNya, ﴾ إِنَّمَا يَسۡتَجِيبُ ﴿ "Yang mematuhi" seruanmu dan mengikuti risalahmu serta taat kepada perintah dan laranganmu, hanyalah ﴾ ٱلَّذِينَ يَسۡمَعُونَۘ ﴿ "orang-orang yang mendengar" dengan hatinya apa yang bermanfaat untuknya. Me-reka itu adalah orang-orang yang berakal dan mendengar. Yang dimaksud dengan "mendengar" di sini adalah mendengar dengan hati dengan rasa yang penuh ketaatan, kalau bukan itu maksud-nya, maka mendengar hanya kegiatan yang bisa dilakukan oleh orang baik dan jahat. Semua mukallaf -dengan mendengar ayat-ayatNya- berarti hujjah Allah telah tegak atasnya dan tidak ada alasan baginya untuk menolak. ﴾ وَٱلۡمَوۡتَىٰ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNya-lah mereka dikemba-likan." Ada kemungkinan maknanya adalah makna yang mengim-bangi makna sebelumnya, yakni yang menjawabmu hanyalah orang-orang yang hatinya hidup. Adapun orang-orang yang hatinya mati yang tidak merasakan kebahagiaannya, tidak menyadari sesuatu yang menyelamatkannya, maka mereka itu tidak menjawabmu, tidak tunduk kepadamu, dan waktu yang dijanjikan untuk mereka adalah Hari Kiamat, di mana Allah membangkitkan mereka lalu kepadaNya dia dikembalikan. Ada kemungkinan bahwa yang di-maksud oleh ayat adalah secara zahirnya, bahwa Allah menetap-kan Hari Kebangkitan dan bahwa Dia akan membangkitkan yang mati pada Hari Kiamat kemudian memberitahu mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. Dan ini mengandung dorongan untuk menjawab panggilan Allah dan RasulNya serta ancaman meninggal-kannya.