Al-Waaqia
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ 79
(79) ﴾ لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ ﴿ "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan." Maksudnya bahwa al-Qur`an itu tidak di-sentuh kecuali oleh para malaikat yang mulia, yang mana Allah سبحانه وتعالى telah menyucikan mereka dari segala kesalahan, dosa, dan cela. Apabila al-Qur`an itu tidak disentuh kecuali oleh para malaikat yang disucikan, dan bahwasanya makhluk-makhluk yang keji dan setan-setan tidak memiliki kemampuan maupun kekuatan untuk menyentuhnya, maka ayat ini menunjukkan adanya peringatan bahwasanya tidaklah boleh menyentuh al-Qur`an kecuali orang yang suci, sebagaimana disebutkan di dalam hadits Rasulullah a. Karena itulah ada yang berpendapat bahwa ayat ini merupakan khabar yang bermakna larangan, maksudnya, tidak boleh menyen-tuh al-Qur`an kecuali orang yang suci.