Al-Waaqia
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ 74
(74) Ketika Allah menjelaskan sebagian dari nikmat-nikmat-Nya yang mengharuskan timbulnya pujian kepadaNya dari hamba-hambaNya, berikut syukur kepadaNya dan beribadah kepadaNya, Allah memerintahkan untuk mentasbihkan dan mengagungkan-Nya, di mana Dia berfirman, ﴾ فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahaagung." Maksudnya, sucikanlah Rabbmu Yang Agung Yang sempurna nama-nama dan sifat-sifatNya, banyak memberikan kebaikan dan balasan kebaikan, dan pujilah Dia dengan hati, lisan, dan anggota tubuhmu; karena Dia memang layak untuk itu semua, Dia-lah yang berhak disyu-kuri, maka jangan sampai Dia diingkari, (hendaknya) diingat dan disebut dalam dzikir dan tidak dilupakan, serta ditaati dan tidak dimaksiati.