Al-Waaqia
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَحُورٌ عِينٌ 22 كَأَمْثَـٰلِ ٱللُّؤْلُؤِ ٱلْمَكْنُونِ 23
(22-23) ﴾ وَحُورٌ عِينٞ 22 كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ 23 ﴿ "Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang ter-simpan baik," maksudnya, para penghuni surga akan mendapatkan bidadari-bidadari yang bermata jeli. اَلْحَوْرَاءُ adalah wanita (bidadari) yang memiliki mata bercelak, manis, indah, dan mengagumkan, sedangkan اَلْعِيْنُ adalah wanita yang matanya besar lagi indah me-nawan. Dan keindahan mata seorang wanita adalah di antara tanda terbesar akan kecantikan dan keindahannya. ﴾ كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ ﴿ "Lak-sana mutiara yang tersimpan baik," maksudnya, bidadari-bidadari itu laksana mutiara putih jernih lagi indah yang terlindungi dari mata manusia, dari hembusan angin dan dari sinar matahari, di mana warnanya adalah warna yang paling baik dan tidak memiliki cacat sedikit pun. Demikian juga bidadari-bidadari yang bermata jeli tersebut yang tidak memiliki cacat sedikit pun, bahkan mereka adalah para bidadari yang memiliki sifat-sifat yang sempurna lagi indah dan menakjubkan. Apa pun yang engkau perhatikan pada-nya, maka engkau tidak akan mendapatkan melainkan semua yang membahagiakan hati dan menyenangkan pandangan.