Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Najm
Sūrah 53

An-Najm

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verses 19–20

أَفَرَءَيْتُمُ ٱللَّـٰتَ وَٱلْعُزَّىٰ 19 وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلْأُخْرَىٰٓ 20

(19-20) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan petunjuk dan agama yang benar yang dibawa Muhammad a serta perintah untuk ber-ibadah kepadaNya dan mengesakanNya, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kebatilan jalan orang-orang musyrik, berupa penyem-bahan terhadap patung dan berhala yang tidak memiliki kesem-purnaan sifat dan juga tidak bisa mendatangkan manfaat serta mara bahaya, sesembahan-sesembahan tersebut hanya nama yang tidak memiliki makna yang dikatakan oleh orang-orang musyrik dan nenek moyang mereka yang bodoh dan sesat, mereka mem-buat-buat nama-nama batil yang seharusnya tidak berhak. Mereka menipu diri mereka sendiri dan juga orang lain berupa kesesatan. Sesembahan-sesembahan dengan kondisi seperti ini sama sekali tidak berhak disembah. Sekutu-sekutu Allah سبحانه وتعالى yang mereka beri nama seperti itu menurut pengakuan mereka bersumber dari sifat-sifatnya. Mereka memberi nama Latta (اَللَّات) yang berasal dari kata اَلْإِلٰهُ (yang merupakan nama Allah) yang berhak untuk disembah. Nama Uzza (اَلْعُزَّى) berasal dari kata al-Aziz (اَلْعَزِيْزُ) yang bermakna Yang Mahaperkasa. Nama Manat (اَلْمَنَاة) berasal dari kata al-Mannan (اَلْمَنَّانُ) yang bermakna Yang Maha Pemberi, dengan maksud me-nentang nama-nama Allah سبحانه وتعالى serta menyekutukan Allah سبحانه وتعالى dengan nama-nama itu. Sebenarnya, nama-nama sesembahan tersebut tidak memiliki makna. Siapa saja yang memiliki akal walaupun sedikit bisa mengetahui kebatilan sifat-sifat yang terdapat pada sesembahan-sesembahan itu.