At-Tur
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
أَمْ لَهُمْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ 43
(43) ﴾ أَمۡ لَهُمۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِۚ ﴿ "Ataukah mereka mempunyai sesembahan selain Allah," artinya, apakah mereka mempunyai tuhan yang disem-bah dan diharapkan bisa memberi manfaat serta siksanya ditakuti selain Allah سبحانه وتعالى? ﴾ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." Tidak ada sekutu bagi Allah سبحانه وتعالى dalam kerajaanNya, tidak ada sekutu bagiNya dalam keesaan dan berhak diibadahi. Dan inilah tujuan dari pemaparan kata-kata dalam ayat ini. Yaitu batilnya ibadah kepada selain Allah سبحانه وتعالى serta penjelasan ketidak-benarannya dengan dalil-dalil qath'i sekaligus menjelaskan bahwa jalan yang ditempuh orang-orang musyrik adalah batil. Yang wajib disembah, dan diseru dengan doa, baik doa permohonan maupun doa ibadah dan ibadah diikhlaskan untuknya adalah Allah سبحانه وتعالى se-mata, yang dipertuhankan dan disembah. Nama-nama dan sifat-sifatNya sempurna, memiliki sifat baik dan perbuatan indah, Pe-milik keluruhan, kemuliaan, kekuatan yang tidak bisa dikalahkan, Yang Maha Esa lagi Tunggal, tempat bergantung segala sesuatu, Mahabesar, Maha Terpuji dan Luhur.