At-Tur
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَٱلْبَيْتِ ٱلْمَعْمُورِ 4
(4) ﴾ وَٱلۡبَيۡتِ ٱلۡمَعۡمُورِ ﴿ "Dan demi al-Bait al-Ma'mur," yaitu rumah yang berada di atas langit ketujuh yang dimakmurkan sepanjang waktu oleh para malaikat yang mulia, yang setiap harinya dimasuki sejumlah tujuh puluh ribu malaikat, di tempat itu mereka menyem-bah Rabb mereka kemudian tidak keluar lagi hingga Hari Kiamat. Ada yang mengatakan bahwa al-Bait al-Ma'mur adalah rumah Allah سبحانه وتعالى yang dimakmurkan oleh para malaikat yang berthawaf, shalat dan berdzikir di setiap waktu, mereka mendatangi rumah itu untuk berhaji dan berumrah, sebagaimana halnya sumpah Allah سبحانه وتعالى yang terdapat dalam FirmanNya, ﴾ وَهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٱلۡأَمِينِ 3 ﴿ "Dan negeri yang aman ini." (At-Tin: 4). Rumah Allah سبحانه وتعالى yang ada di bumi adalah rumah terbaik. Di situlah para manusia datang berhaji dan berumrah yang merupa-kan salah satu rukun dan bangunan Islam yang terbesar. Tanpa haji, Islam seseorang belum sempurna, itulah rumah yang dibangun oleh Ibrahim عليه السلام dan dijadikan sebagai tempat berlindung dan keamanan bagi manusia. Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas rumah itu serta menjelaskan keagungannya yang layak untuk dimuliakan.