At-Tur
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ ۖ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُم بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ 38
(38) ﴾ أَمۡ لَهُمۡ سُلَّمٞ يَسۡتَمِعُونَ فِيهِۖ ﴿ "Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu," artinya, apakah mereka bisa mengetahui hal-hal ghaib serta mendengarkannya di antara malaikat yang tinggi sehingga mereka bisa memberitahukan berita yang tidak diketahui oleh yang lain? ﴾ فَلۡيَأۡتِ مُسۡتَمِعُهُم ﴿ "Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan," yang me-ngaku hal itu ﴾ بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "suatu keterangan yang nyata," dari mana mereka mendapatkan semua itu, padahal Allah سبحانه وتعالى sematalah yang mengetahui hal ghaib dan hal nyata, dan tidak menampakkan ke-ghaiban pada siapa pun kecuali orang yang diridhai dari kalangan para rasul di mana Allah memberitahukan berdasarkan kehendak dan ilmuNya, karena Nabi Muhammad a adalah rasul yang terbaik, yang paling tahu dan imam para rasul. Beliaulah yang memberi-tahukan kabar yang diberitakan kepada beliau, tentang mengesa-kan Allah سبحانه وتعالى, menyampaikan kabar gembira serta ancamanNya dan juga berita-berita benar lainnya. Sedangkan orang-orang yang mendustakan adalah mereka yang bodoh, sesat, dan membang-kang. Siapa lagi yang beritanya lebih patut diterima? Lebih-lebih Rasulullah a menegakkan berbagai dalil dan bukti nyata atas ke-benaran yang beliau sampaikan. Berita yang disampaikan beliau adalah inti dari keyakinan serta kebenaran yang paling sempurna. Adapun orang-orang yang mendustakan itu sama sekali tidak me-nyebutkan suatu keserupaan pun, lebih-lebih menegakkan hujjah.