At-Tur
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
يَتَنَـٰزَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ 23
(23) ﴾ يَتَنَٰزَعُونَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga mereka saling memperebut-kan piala (gelas)," artinya, gelas-gelas piala serta arak berputar me-ngelilingi mereka, penduduk surga saling memberi satu sama lain, anak-anak kecil mengelilingi mereka dengan membawa gelas dan ceret, ﴾ لَّا لَغۡوٞ فِيهَا وَلَا تَأۡثِيمٞ ﴿ "yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaidah dan tiada pula perbuatan dosa." Artinya tidak ada kata sia-sia di dalam surga yaitu kata-kata yang tidak berguna dan dosa yang bisa mendatangkan dosa dan maksiat. Karena dua hal ter-sebut tidak ada (perkataan tiada guna dan dosa), maka yang ada adalah perkataan salam, baik, suci, yang membuat hati bahagia, penduduk surga saling bergaul dengan baik, saling memberi mi-num satu sama lain dengan baik. Mereka tidak mendengar Firman Rabb mereka kecuali yang meneduhkan mata mereka, yang menun-jukkan keridhaanNya terhadap mereka dan kecintaanNya kepada mereka.