Al-Fath
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَـٰنًا مَّعَ إِيمَـٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا 4
(4) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang karuniaNya kepada kaum Mukminin dengan menurunkan ketenangan di hati mereka, kete-nangan itu berupa kedamaian serta keteguhan hati saat musibah menggetarkan serta berbagai hal berat menerpa mereka yang mengusik hati, mengganggu pikiran, dan melemahkan jiwa. Di antara nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى yang diberikanNya kepada hamba-hambaNya dalam situasi seperti ini adalah dengan meneguhkan-nya dan mengikat keteguhan tersebut di hati mereka dan menu-runkan ketenangan agar berbagai beban berat tersebut bisa mereka hadapi dengan hati yang kokoh dan jiwa yang tenang sehingga siap untuk menunaikan perintah Allah سبحانه وتعالى pada situasi sulit seperti itu. Dengan pertolongan itu, keimanan mereka semakin bertam-bah dan keyakinannya semakin sempurna. Para sahabat رضي الله عنهم pada saat terjadinya peristiwa antara Rasulullah a dan kaum musyrik dengan berbagai butir-butir kesepakatan yang nampaknya meren-dahkan mereka dan menghina kemampuan mereka itu, hampir membuat jiwa mereka tidak sabar, tetapi tatkala mereka meng-hadapinya dengan sabar dan mereka menguatkan diri, keimanan mereka pun semakin bertambah. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi," yakni, semuanya berada dalam pengaturan kekuasaanNya, maka jangan sekali-kali orang-orang musyrik mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى tidak akan menolong Agama dan NabiNya, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui lagi Bijaksana, yang kebijaksanaanNya meng-haruskan adanya pergantian kemenangan di antara manusia serta menunda kemenangan kaum Muslimin di waktu lain.