Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Muhammad
Sūrah 47

Muhammad

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 24

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ 24

(24) Artinya, apakah mereka yang berpaling dari Kitab Allah itu tidak mau mencerna Kitab Allah tersebut serta merenungkannya dengan sebenar-benarnya? Andai mereka mau merenungkannya, tentu al-Qur`an akan menunjukkan mereka pada semua kebaikan dan mengingatkan mereka dari semua keburukan serta tentu hati mereka akan dipenuhi keimanan dan keyakinan, menyampaikan mereka pada harapan tertinggi serta karunia yang paling mahal, akan menunjukkan kepada mereka jalan yang mengantarkan me-reka kepada Allah سبحانه وتعالى, surga Allah سبحانه وتعالى serta menunjukkan mereka hal-hal yang dapat menyempurnakannya, dan sebaliknya hal-hal yang dapat merusaknya, menjelaskan kepada mereka jalan yang bisa menyampaikan ke neraka dan akan diingatkan dari segala sesuatu yang harus diwaspadai. Dengan merenungkan al-Qur`an, mereka akan mengenal Rabb mereka, nama-nama, sifat-sifat serta kebaikan Allah سبحانه وتعالى, tentu mereka akan diberi rasa rindu untuk men-dapatkan pahala yang agung serta menanamkan rasa takut dari siksaan yang menghinakan dalam diri mereka. ﴾ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ ﴿ "Ataukah hati mereka terkunci," artinya, hati mereka telah terkunci karena mereka berpaling, lalai dan menentang al-Qur`an, sampai hati mereka dikunci sehingga kebaikan tidak bisa masuk selama-nya? Dan inilah realitanya.