Al-Ghaafir
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
يَوْمَ هُم بَـٰرِزُونَ ۖ لَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنْهُمْ شَىْءٌ ۚ لِّمَنِ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ 16
(16) ﴾ يَوۡمَ هُم بَٰرِزُونَۖ ﴿ "Yaitu hari ketika mereka keluar," yakni, tampak di atas bumi dan mereka berkumpul di satu padang yang datar yang tidak ada cekung atau gundukannya. Mereka akan di-perdengarkan oleh seorang penyeru, dan mata mereka akan benar-benar melihat, ﴾ لَا يَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنۡهُمۡ شَيۡءٞۚ ﴿ "tiada suatu pun yang tersembunyi bagi Allah" dari bagian-bagian jasad mereka, amal mereka ataupun balasan atas amal-amal mereka tersebut. ﴾ لِّمَنِ ٱلۡمُلۡكُ ٱلۡيَوۡمَۖ ﴿ "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Mak-sudnya, siapakah yang memiliki hari yang sangat dahsyat yang menghimpun seluruh umat manusia yang terdahulu dan yang terkemudian, para penghuni langit dan para penghuni bumi, yang pada hari itu semua perserikatan terputus, tidak ada sesuatu pun yang tersisa selain amal-amal shalih dan amal-amal buruk? Kera-jaan itu adalah, ﴾ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ﴿ "kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." Yakni, Yang Esa pada Dzat, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatanNya, tidak ada sekutu apa pun bagiNya dalam semua itu dari sisi manapun, Maha Mengalahkan seluruh makhlukNya, yang kepadaNya-lah seluruh makhluk tunduk, hina dan patuh, terutama pada hari itu, hari yang semua wajah tunduk kepada Yang Mahahidup lagi Maha Mengurusi makhlukNya, tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan izin dariNya.