Yaseen
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَـٰهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا ٱسْتَطَـٰعُوا۟ مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ 67
(67) ﴾ وَلَوۡ نَشَآءُ لَمَسَخۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمۡ ﴿ "Dan jikalau Kami meng-hendaki, pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada." Maksud-nya, pasti Kami hilangkan gerak mereka, ﴾ فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مُضِيّٗا ﴿ "maka mereka tidak sanggup berjalan lagi" ke depan, ﴾ وَلَا يَرۡجِعُونَ ﴿ "dan tidak pula sanggup kembali" ke belakang untuk bisa jauh dari neraka. Artinya, mereka, orang-orang kafir itu, telah pasti mendapat ketetapan azab, dan mereka pasti akan disiksa; dan pada saat itu tidak ada tempat lain selain neraka, dan ia telah ditampakkan, dan tidak ada keselamatan bagi siapa pun selain dengan cara menye-berangi shirath (jembatan di atas Jahanam). Dan penyeberangan ini tidak akan mampu dilakukan kecuali oleh ahlul iman yang berjalan dengan diterangi oleh cahaya mereka sendiri. Adapun orang-orang kafir, maka Allah sama sekali tidak memberikan jaminan untuk bisa selamat dari neraka. Maka jika Dia menghendaki, niscaya Dia hapus penglihatan mereka dan membiarkan mereka bergerak, namun mereka tidak tahu bagaimana menuju shirath sekalipun mereka berlomba dan bersegera kepadanya. Dan jika Allah meng-hendaki, niscaya Dia hilangkan gerak mereka hingga mereka tidak bisa maju dan tidak pula bisa mundur. Artinya adalah, mereka tidak bisa menyeberang, hingga mereka sama sekali tidak mendapat keselamatan.