Faatir
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ ٱلْكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ ۚ وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ 10
(10) Artinya: Hai orang yang menghendaki kemuliaan, carilah kemuliaan itu pada Dzat Yang kemuliaan itu ada di Tangan-Nya. Dan sesungguhnya kemuliaan itu hanya di Tangan Allah, dan ia tidak bisa diperoleh kecuali dengan cara menaatiNya. Allah telah menyebutkannya melalui FirmanNya, ﴾ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ ﴿ "Ke-padaNya-lah naiknya perkataan-perkataan yang baik," seperti bacaan al-Qur`an, tasbih, tahmid, tahlil dan setiap perkataan yang baik lagi mulia. Ia diangkat kepada Allah dan diperlihatkan kepadaNya, lalu Allah membanggakan pelakunya di hadapan para malaikat. ﴾ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ ﴿ "Dan amal yang shalih" berupa amalan-amalan hati dan amalan-amalan lahiriah. ﴾ يَرۡفَعُهُۥۚ ﴿ "yang dinaikkanNya." Yakni, diangkat oleh Allah سبحانه وتعالى sebagaimana halnya kalimat-kalimat yang baik. Ada yang mengatakan: Maksudnya, amal shalih mengangkat perkataan-perkataan yang baik; sehingga terangkatnya perkataan-perkataan yang baik itu tergantung kepada amal-amal shalih sang hamba. Amal shalihnyalah yang mengangkat perkataan-perkataan yang baik. Jika ia tidak mempunyai amal shalih, maka tidak ada satu perkataan pun yang dinaikkan kepada Allah سبحانه وتعالى. Itulah amal-amal yang dinaikkan kepada Allah سبحانه وتعالى dan Allah meninggikan dan memuliakan pelakunya. Adapun amal-amal buruk, maka sebaliknya, pelakunya meng-inginkan ia mendapatkan kemuliaan dengannya; ia melakukan tipu daya dan muslihat namun akibatnya menimpa dirinya sendiri. Ia tidak makin bertambah kecuali kehinaan dan kerendahan. Maka dari itu Allah berfirman,﴾ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُۥۚ وَٱلَّذِينَ يَمۡكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ ﴿ "Dan amal yang shalih dinaikkanNya, sedangkan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras," di mana mereka dihinakan di dalamnya dengan sehina-hinanya. ﴾ وَمَكۡرُ أُوْلَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ ﴿ "Dan rencana jahat mereka akan hancur." Maksudnya, akan binasa dan menjadi sirna, dan rencana jahat mereka sama sekali tidak menguntungkan mereka sedikitpun; sebab ia adalah rencana jahat dengan kebatilan dan untuk tujuan kebatilan pula.