Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ahzaab
Sūrah 33

Al-Ahzaab

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 18

قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلْمُعَوِّقِينَ مِنكُمْ وَٱلْقَآئِلِينَ لِإِخْوَٰنِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا ۖ وَلَا يَأْتُونَ ٱلْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا 18

(18) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang-orang yang me-lemahkan semangat jihad dan merintangi, dan Dia mengultima-tum mereka, seraya berfirman, ﴾ قَدۡ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ ٱلۡمُعَوِّقِينَ مِنكُمۡ ﴿ "Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi dari kamu," untuk keluar (berperang) bagi orang-orang yang belum keluar, ﴾ وَٱلۡقَآئِلِينَ لِإِخۡوَٰنِهِمۡ ﴿ "dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudara-nya" yaitu mereka yang telah keluar, ﴾ هَلُمَّ إِلَيۡنَاۖ ﴿ "Marilah kepada kami," maksudnya, kembalilah! Sama seperti perkataan mereka dahulu, ﴾ يَٰٓأَهۡلَ يَثۡرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمۡ فَٱرۡجِعُواْۚ ﴿" Wahai penduduk Yatsrib, tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu." Dan mereka, sekalipun menghalang-halangi dan melemahkan semangat jihad, ﴾ ل َ ا يَأۡتُونَ ٱلۡبَأۡسَ ﴿ "mereka tidak mendatangi peperangan," maksudnya, pertempuran dan jihad dengan jiwa mereka ﴾ إِلَّا قَلِيلًا ﴿ "melainkan sebentar." Jadi, mereka adalah orang yang paling berminat untuk kembali pulang, karena tidak mempunyai motivasi iman dan sifat sabar untuk hal yang demi-kian, dan karena [adanya] faktor yang menuntut kepada sikap pengecut mereka, yaitu kemunafikan dan tidak adanya iman.