Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qasas
Sūrah 28

Al-Qasas

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 7

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ 7

(7) Permulaannya adalah tatkala Allah memunculkan Ra-sulNya, Musa yang Dia jadikan sebagai penyelamat Bangsa Isra`il melalui tangan dan sebabnya. Dan pada waktu rasa takut yang sa-ngat mendalam itu menyelimuti mereka di mana Fir'aun bersama para pengikutnya menyembelih anak-anak lelaki mereka, maka Allah mengilhami ibunda Musa agar menyusuinya dan membiar-kan Musa tinggal bersama dirinya, ﴾ فَإِذَا خِفۡتِ عَلَيۡهِ ﴿ "dan apabila kamu khawatir terhadapnya," karena kamu merasa ada seseorang yang kamu takuti akan mengambil Musa untuk diserahkan kepada mereka, ﴾ فَأَلۡقِيهِ فِي ٱلۡيَمِّ ﴿ "maka jatuhkanlah dia ke sungai." Yaitu, sungai Nil di Mesir, dimuat di dalam peti yang tertutup, ﴾ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحۡزَنِيٓۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيۡكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) ber-sedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul." Allah menggem-birakannya bahwa Dia akan mengembalikan Musa ke pangkuannya, dan bahwa Musa akan tumbuh besar dan selamat dari tipu daya mereka dan Dia akan menjadikannya sebagai Rasul. Ini merupakan kabar gembira yang sangat luar biasa. Pengajuan berita gembira ini kepada ibunda Musa ialah agar hatinya merasa tenang dan rasa kekhawatirannya reda.