An-Naml
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبْتُم بِـَٔايَـٰتِى وَلَمْ تُحِيطُوا۟ بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 84
(84) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو ﴿ "Hingga apabila mereka datang," hadir; Allah berkata kepada mereka dengan mencela dan mencerca, ﴾ أَكَذَّبۡتُم بِـَٔايَٰتِي وَلَمۡ تُحِيطُواْ بِهَا عِلۡمًا ﴿ "Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayatKu, padahal ilmumu tidak meliputinya." Maksudnya, yang wajib atas kalian adalah menahan diri (abstain) hingga kebenaran menjadi terbuka bagi kalian, dan kalian (wajib) tidak berbicara kecuali berdasarkan pengetahuan. Lalu bagaimana mungkin kalian mendustakan suatu perkara yang kalian sama sekali tidak mempunyai ilmu tentang-nya, ﴾ أَمَّاذَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "atau apakah yang telah kamu kerjakan?" Maksud-nya, mereka ditanya tentang ilmu dan perbuatan mereka; lalu ter-nyata Allah menemukan ilmu mereka adalah pendustaan terhadap kebenaran, dan perbuatan mereka (dipersembahkan) untuk selain Allah, atau tidak berdasarkan Sunnah Rasul mereka.