An-Naml
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ 6
(6) ﴾ وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ [عَلِيمٍ]﴿ "Dan sesungguhnya kamu telah diberi al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui." Maksudnya, sesungguhnya al-Qur`an yang turun kepadamu dan yang engkau terima ini adalah turun dari sisi Dzat Yang Mahabijaksana, yang meletakkan segala sesuatu tepat pada tempatnya, dan menurunkannya pada kedudukan-kedudukan-nya, ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Yang Maha Mengetahui" segala rahasia keadaan, yang tersembunyi dan yang tampak. Apabila ia berasal dari Yang Maha-bijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sudah dapat dipastikan bahwasanya al-Qur`an itu semuanya adalah suatu hikmah dan kemaslahatan bagi manusia, siapakah yang lebih mengetahui akan kemaslahatan mereka daripada mereka sendiri?