Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hajj
Sūrah 22

Al-Hajj

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 58

وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓا۟ أَوْ مَاتُوا۟ لَيَرْزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ 58

(58) Ini merupakan berita gembira besar bagi yang me-nempuh perjalanan hijrah di jalan Allah. Dia keluar meninggalkan kampung halaman dan wilayahnya, anak-anak serta harta kekaya-annya dalam rangka menggapai ridha Allah, dan membela agama Allah. Orang ini mesti mendapat pahala dari Allah, baik dia me-ninggal di atas kasurnya atau terbunuh sebagai mujahid di jalan Allah. ﴾ لَيَرۡزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزۡقًا حَسَنٗاۚ ﴿ "Benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rizki yang baik (surga)," di alam Barzakh dan di Hari Kiamat dengan masuk surga yang berisikan rahmat, keindahan, kebaikan, dan kenikmatan hati dan jasmani. Ayat ini juga bisa mengandung pengertian bahwasanya orang yang berhijrah di jalan Allah, sungguh Allah telah menjamin rizkinya di dunia dengan rizki yang melimpah lagi baik. Sama saja, baik Allah mengetahui-nya akan meninggal di atas ranjangnya atau terbunuh di medan laga (mati syahid). Masing-masing akan terjamin rizkinya. Maka, jangan dikira bahwa orang yang pergi meninggalkan kampung halamannya, harta-bendanya (hijrah karena Allah) akan mengalami kemiskinan dan membutuhkan uluran tangan orang. Karena Pem-beri rizkinya adalah sebaik-baik Dzat yang melimpahkan rizki. Sungguh, telah terjadi sebagaimana yang diberitakan. Sesungguh-nya kaum Muhajirin terdahulu, telah meninggalkan kampung halaman, anak keturunan mereka, dan harta-benda mereka demi membela agama Allah. Tidak berapa lama, Allah menaklukkan negeri-negeri bagi mereka dan menjadikan mereka penguasa atas umat manusia. Mereka berhasil menggenggam harta kekayaan negeri-negeri itu. Dengan itu, mereka tergolong orang-orang yang terkaya.