Al-Baqara
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 284
(284) Allah تعالى mengabarkan tentang luasnya kekuasaanNya terhadap penghuni langit maupun bumi, ilmuNya yang meliputi segala apa yang ditampakkan oleh hamba-hambaNya maupun yang disembunyikannya dalam hati mereka, dan bahwa Dia akan memberikan ganjaran kepada mereka, ﴾ فَيَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ ﴿ "maka Allah mengampuni siapa yang dikehendakiNya," yaitu orang yang kembali kepada Rabbnya dan bertaubat kepadaNya, ﴾ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلۡأَوَّٰبِينَ غَفُورٗا 25 ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang ber-taubat." (Al-Isra`: 25). ﴾ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۗ ﴿ "Dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya," yaitu orang yang terus melakukan kemaksiatan, baik batiniyah maupun lahiriyahnya. Ayat ini tidaklah bertentangan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan tentang ampunan terhadap hal yang masih terbersit dalam hati seorang hamba yang belum melakukan dan membicarakannya,[34] maka itu adalah bisikan-bisikan hati yang ter-bersit dalam jiwa yang tidak merupakan sifat seorang hamba dan tidak dibentuk atasnya. Adapun dalam konteks ayat ini adalah tekad yang bulat dan sifat yang mantap dalam jiwa; sifat yang baik maupun kehendak yang buruk. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ ﴿ "Apa yang ada dalam hatimu," artinya, yang tetap pada-nya dan terpatri, baik tekad atau sifat mantap, dan Allah mengabar-kan bahwasanya Dia ﴾ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿ "Mahakuasa atas segala sesuatu." Maka di antara kesempurnaan KuasaNya adalah mengadili para makhluk dan memberikan kepada mereka apa yang berhak mereka dapatkan dari pahala maupun siksaan.