Al-Baqara
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ 160
(160) ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ ﴿ "Kecuali mereka yang telah bertaubat," mak-sudnya, mereka kembali dari dosa yang selama ini mereka lakukan dalam keadaan menyesal, merasa bersalah, dan bertekad untuk tidak mengulangi kembali, ﴾ وَأَصۡلَحُواْ ﴿ "dan mengadakan perbaikan" terhadap apa yang telah rusak dari perbuatan-perbuatan mereka. Maka tidaklah cukup hanya meninggalkan suatu kejelekan hingga adanya perbuatan baik, dan hal itu pun tidaklah cukup bagi orang yang menyembunyikan hingga dia menjelaskan apa yang telah dia sembunyikan dan menampakkan kebalikan dari apa yang telah dia sembunyikan. Seperti inilah orang yang akan diampuni oleh Allah, karena ampunan Allah tidaklah terhalang. Barangsiapa yang me-lakukan sebab-sebab ampunan, niscaya Allah akan mengampuni-nya, karena Allah adalah ﴾ ٱلتَّوَّابُ ﴿ "Maha Menerima Taubat," maksud-nya, Maha Menerima kembali hamba-hambaNya dengan penuh maaf dan kerelaan setelah berdosa apabila mereka bertaubat, dan dengan kebajikan serta kenikmatan setelah terputus apabila me-reka kembali, ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "lagi Maha Penyayang," bersifat kasih sayang yang agung yang meliputi segala sesuatu. Dan di antara kasih sayangNya adalah bahwa Dia memberikan taufik kepada mereka untuk bertaubat dan berserah diri sehingga mereka pun bertaubat dan menyerahkan diri mereka, kemudian Dia merahmati mereka dengan menerima itu semua dengan rasa kasih dan murah hati; inilah hukum orang yang bertaubat dari dosa.