Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
Sūrah 2

Al-Baqara

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 12

أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْمُفْسِدُونَ وَلَـٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ 12

(12) ﴾ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan," karena tidak ada yang lebih besar pengrusakannya daripada orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, menghalangi dari jalan Allah, menipu Allah dan para kekasihNya, dan (justru sebaliknya) mereka mencintai orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya, dan dengan itu semua dia mengklaim bahwa hal itu adalah perbaikan, lalu apakah setelah kerusakan ini ada kerusakan yang lebih besar lagi? Akan tetapi mereka tidak mengetahui ilmu yang bermanfaat bagi diri mereka walaupun mereka terkadang telah mengetahui ilmu tersebut, namun hal itu adalah tanda telah ditegakkannya hujjah Allah atas mereka. Sesungguhnya perbuatan kemaksiatan mereka di atas muka bumi adalah pengrusakan karena menjadi penyebab dari kerusakan segala hal yang ada di atas muka bumi berupa biji-bijian, buah-buahan, pepohonan, dan tumbuh-tumbuhan, di mana terjadi ke-rusakan-kerusakan yang disebabkan oleh kemaksiatan, dan juga karena perbaikan di muka bumi adalah dengan memakmurkan-nya dengan ketaatan kepada Allah dan beriman kepadaNya. Oleh karena itu Allah menciptakan makhluk dan menetapkannya di bumi, menentukan rizki bagi mereka agar mereka memanfaatkan-nya untuk taat kepada Allah dan beribadah kepadaNya, dan bila dilakukan di atas bumi ini hal yang bertentangan dengan itu, maka hal itu adalah usaha melakukan kerusakan padanya dan penghan-curan baginya dari hal yang menjadi tujuan dia diciptakan.